Senin, 10 Maret 2014




Assalamu’alaikum. WR.WB
اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِ الْعَالَمِيْن وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوُرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ لْاَنْبِيَاءِوَالَمُرْسَلِيْن سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اَمَّا بَعْد

Hadirin Yang di Rahmati Allah…
Ketauhilah tidak ada keselamatan, keamanan, kedamaian dan keteguhan jiwa melainkan dekat kepada Allah  khususnya dalam beribdah. Rasululullah SAW Bersabda :

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
[رواه مسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.
(Riwayat Muslim)
A. Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.     Menentang pelaku kebatilan dan menolak kemunkaran adalah kewajiban yang dituntut dalam ajaran Islam atas setiap muslim sesuai kemampuan dan kekuatannya.
2.     Sabar menanggung kesulitan dan amar ma’ruf nahi munkar.
3.     Amal merupakan buah dari iman, maka menyingkirkan kemunkaran juga merupakan buahnya keimanan.
4.     Mengingkari dengan hati diwajibkan kepada setiap muslim, sedangkan pengingkaran dengan tangan dan lisan berdasarkan kemampuannya.




Sebelum ayat di atas disebutkan, dalam beberapa ayat sebelumnya Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ  ( (104

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali Imran: 104)

Ayat di atas memiliki dua makna; yang pertama kalimat "min" berarti lit-tajrid, dengan demikian artinya hendaklah kamu menjadi ummat yang selalu mengajak kepada kebajikan. Dan barangkali yang memperkuat makna ini adalah pembatasan keberuntungan kepada mereka, bukan kepada yang lain, seperti yang ada pada kalimat "wa ulauika humul muflihuun."
Makna tafsirnya: hendaklah seluruh ummat Islam menjadi penyeru kebaikan, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah kemunkaran, masing-masing sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya, sehingga termasuk berhak memperoleh keberuntungan.

 Nnaah Hadirin yang di rahmati Allah,..

B. Mencegah Kemungkaran melalui Sholat.

         Kalaupun kita tak dapat mencegah kemungkaran minimalLah kita menciptakan kema’rufan dalam diri kita sendri untuk berharap terhindar dari perbuatan keji dan mungkar,.. Bagaiman caranyaa.??? Caranya dengan menegakkan Sholat 5 waktu dan menjadikan sebagai kebutuhan bukan tambal butuh kerena Sholat yang disertai dengan hati yang Ikhlas akan menghindarkan kita kepada perbuatan keji lagi mungkar, sebagaimana yang telah di Firmankan Allah SWT dalam QS. Al-Ankabut : 45

تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاة       -


Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.






Hadirin Yang di Rahmati Allah,..

            Bukan hanya berkewajiban mencegah kemungkaran yang ada kita di perintahkan oleh Allah SWT melainkan kita pula di perintahkan untuk mengawalinya terlebih dahulu yang dengan Ibda’ Binafshi/ untuk memulai diri sendiri terlebih dahulu dengan cara : Membaca Al-qur’an dan mendirikan Sholat, dan Sungguh Allah mengetahui segala apa yang kita kerjakan sebagaimana yang tertera dalam Qs. Al-Ankabut :45 dalam kitab Allah sekaligus Kalam Allah yang terdapat perintah yang harus di lakukan pleh hambanya.

Maka dari itu para hadirin yang di rahmati oleh Allah, setidaknya kita  berkewajiban untuk Ber Amar ma’ruf pada diri kita sendiri agar terhindar dari perbuatan keji lagi mungkar melalui sholat yang benar-benar ikhlas dan tulus karena Allah SWT. Semoga kita dijadikan manusia yang menyandang sebagai hamba yang mengabdi dan penuh berharap ini diberinya kekuatan agar terhindar dari perbuatan keji lagi mungkar melalui Sholat Lebih-lebih mencegah kemungkaran yang ada. AamMiin yaa Robbal ‘Alamiin…’
Kurang lebihnya mohon maaf,

الْمُسْتَقِيمَ الصِّرَاطَ اهْدِنَا 

 Wassalamu’alaikum WR.WB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar